4 Gunung Bagi yang baru memulai Hobi Mendaki Gunung

Sewa Mobil Malang, Sewa Mobil Batu, Rental Mobil Malang, Sewa Mobil Batu Malang, Travel Malang, Travel Malang Surabaya
Setelah mengetahui tips bagi pendaki pemula dan cara packing carier yang benar, sekarang saatnya untuk melakukan kegiatan yang sebenarnya. Mendaki gunung atau Hicking dialam bebas, ada beberapa gunung yang layak didaki untuk sobat-sobat yang baru menekuni olahraga mendaki gunung ini. Kami merekomendasikan 4 gunung untuk para sobat-sobat muda yang berkeinginan mencoba petualangan yang sebenarnya, cobalah mendaki gunung sebelum terlambat 🙂  Gunung-gunung tersebut diantaranya :

Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan sebenarnya bisa di daki dari beberapa jalur, misalnya dari jalur desa Tamiajeng-Trawas, jalur Sumbersuko-Pandaan, atau jalur dari Candi Jolotundo.Namun yang kita bahas kali ini adalah mendaki Gunung Penanggungan dari jalur Tamiajeng-Trawas, karena jalur ini relatif  lebih mudah dan hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 4-5 jam perjalanan sampai menuju puncak dan akses menuju pintu gerbang pendakian atau tempat perijinan juga sangat mudah, bisa menggunakan kendaraan roda dua, kendaraan pribadi, dan kendaraan umum. Kalau dari Surabaya bisa menumpang bus jurusan Surabaya-Malang, turun di terminal Pandaan. Dari terminal Pandaan kita ganti dengan angkutan pedesaan L-300 menuju jurusan Trawas desa Tamiajeng. Biasanya di hari Sabtu-Minggu gunung ini ramai didaki oleh pendaki dari berbagai kota disekitar Surabaya, Gresik, Malang dan kota-kota lain. Demi keamanan bagi sobat-sobat yang baru memulai hobi ini ada baiknya untuk mendaki gunung ini dihari Sabtu-Minggu, karena banyak temen yang akan melakukan perjalanan bersama kita, sehingga menghindarkan kita dari tersesat. Bila sobat-sobat ingin mencoba sensasi lain, mendaki tidak dengan banyak orang..bisa mencobanya dilain kesempatan. Meskipun gunung ini hanya mempunyai ketinggian 1,653 mdpl namun medan yang kita lalui cukup berat, apalagi jalur dari puncak bayangan ke puncak Penanggungan kemiringannya 45-65 derajat, sehingga akan menguras tenaga kita. Dijalur setelah puncak bayangan dan puncak penanggungan terdapat sebuah goa yang biasa dipergunakan para pendaki beristirahat, jalan masuknya agak kecil memang, namun setelah didalam bisa menampung 4-5 orang. Namun perlu di ingat, di Gunung Penanggungan tidak ada sumber air, jadi sobat-sobat yang mempunyai keinginan mendaki gunung ini harus mempersiapkan persediaan air dari bawah. Untuk lebih mengirit persediaan air ada baiknya mulai berangkat mendaki di malam hari antara jam 7-8 malam, karena kalau kita mendaki di siang hari udara sangat panas, yang tentunya akan menguras tenaga dan persediaan air yang kita bawa. Dari atas puncak bayangan atau puncak Penanggungan bisa kita saksikan keindahan panorama kota Mojokerto dan sekitarnya melalui kerlipan lampu-lampu, indah dan menawan.

Gunung Welirang 
Gunung Welirang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto propinsi Jawa Timur, gunung ini mempunyai ketinggian 3.156 mdpl. Pendakian ke gunung Welirang dapat di tempuh melalui 4 jalur, yaitu melewati jalur timur lewat Purwosari-Malang, jalur  Lawang-Malang, dari arah barat lewat Selecta-Batu melewati gunung Arjuno terlebih dahulu, dan dari utara adalah jalur yang paling populer dan sering di lalui para pendaki yaitu lewat Tretes-Prigen Pandaan. Jalur yang terakhir disebutkan juga mempunyai akses yang mudah untuk dicapai, baik oleh kendaraan pribadi, kendaraan roda dua atau kendaraan umum. Rute dari Surabaya naik bus jurusan Surabaya-Malang, turun di terminal Pandaan, dari Pandaan oper anggkutan pedesaan L-300 menuju jurusan Tretes, yang selanjutnya berhenti di Pos Perijinan Pendakian Gunung Welirang-Arjuno. Setelah mengurus perijinan, kita bisa memulai pendakian dan umumnya jalur ini di tempuh dengan perjalanan malam hari, karena berupa jalan setapak berbatu, di siang hari jalur pendakian akan terasa panas, untuk itu disarankan berangkat dimalam hari karena menghemat tenaga kita. Dari Pos perijinan kita akan menemui pos I Pet Bocor setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam. Di jalur ini kita tidak akan kekurangan air, karena hampir disetiap pos pemberhentian bisa kita jumpai mata air. Selanjutnya perjalanan akan kita lanjutkan menuju pos II yaitu Kop-Kopan, lama waktu yang dibutuhkan kurang lebih 4 jam. Di pos II ini pendaki biasa bermalam, atau yang memilik fisik yang prima bisa langsung menuju pos III. Namun yang lebih sering pendaki beristirahat di Pos II Kop-Kopan, dan melanjutkan perjalanan kembali esok harinya. Karena pemandangan diwaktu malam dari pos II Kop-Kopan begitu indah, kita bisa melihat kota-kota dibawah kita dengan gemerlap lampunya. Dipagi hari setelah mempersiapkan diri dan sarapan kita bisa melanjutkan perjalanan menuju pos III Pondokan, perjalanan bisa ditempuh selama kurang lebih 4-5 jam perjalanan. Ketika sampai di pos III Pondokan kita bisa beristirahat mendirikan tenda. Dan menuju puncak di esok hari. Untuk menyaksikan momen sunrise dari puncak Gunung Welirang dibutuhkan waktu kurang lebih 2-3 jam perjalanan dari pos III ke puncak Welirang tergantung kondisi fisik dan ketahan fisik kita masing-masing, bagi yang mempunyai kondisi fisik prima bisa langsung sore itu juga menuju puncak Welirang untuk menyaksikan sunset. Di puncak Welirang kita bisa menyaksikan keindahan alam sekitar puncak berupa rangkaian pegunungan Anjasmoro, Gunung Kembar I dan II, Gunung Ringgit, serta kita saksikan hamparan belerang.

Gunung Arjuno

Jalur mencapai gunung Arjuno dengan ketinggian mencapai 3.339 mdpl mempunyai kesamaan dengan jalur menuju gunung Welirang, dapat ditempuh melalui empat jalur yang berbeda, diantaranya lewar jalur Purwosari, jalur Lawang, jalur Selecta-Batu dan jalur Tretes Pandaan. Bagi sobat-sobat yang baru memulai hobi mendaki, ada baiknya menjajaki jalur terakhir ini dulu, jalur Tretes Pandaan karena di sepanjang jalur ini menuju puncak Gunung Arjuno dapat kita temui sumber mata air, yang sangat berguna bagi kelangsungan perjalanan pendakian kita. Perjalanan hampir sama dengan pendakian gunung Welirang, melalui pos I Pet Bocor dengan waktu tempuh setengah jam perjalanan dan pos perijinan, pos II Kop-kopan ditempuh kurang lebih 3-4 jam dari pos I Pet Bocor, dan pos III Pondokan dengan waktu tempuh 4-5 jam dari pos II Kop-kopan..semuanya tergantung dari ketahanan fisik sobat-sobat sekalian, semakin kuat daya tahan dan fisik kita perjalanan bisa di tempuh dengan waktu yang relatif  lebih singkat meskipun pada umumnya waktu tempuh hampir sama. Perbedaan kalau kita naik ke Arjuno dari pos III Pondokan kita mengarah keselatan atau arah sebelah kiri pos Pondokan, menyusuri jalan setapak berumput, melewati hutan cemara dan lembah, melewati tanjakan dan turunan yang berbatu, dibutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam menuju puncak gunung Arjuno dari Pos III Pondokan. Disarankan untuk berangkat dimalam hari atau dini hari sekitar jam 1 atau jam 2 dinihari, agar kita bisa menyaksikan sunrise dari puncak gunung Arjuno. Untuk itu waktu beristirahat di Pos III Pondokan harus benar-benar kita manfaatkan dengan baik, untuk kembali mengumpulkan tenaga dan energi kita untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung Arjuno, mengingat perjalanan yang akan kita tempuh adalah perjalanan yang panjang dan melelahkan. :).

Namun ketika mencapai puncak Arjuno semua kelelahan akan terbayarkan, keindahan dari puncak Arjuno yang lebih terkenal dengan puncak Ogal-Agil kita bisa menyaksikan pemandangan kota Batu, Malang, Pasuruan, Surabaya dan lautan lepas, dan rangkaian beberapa gunung seperti Welirang, gunung Kembar I dan II, gunung Ringgit, gunung Anjasmoro, dan kalau cuaca lagi cerah bisa juga kita saksikan puncak gunung Mahameru dari kejauhan sedang mengepulkan asapnya, sungguh pemandangan yang indah dan tidak tergantikan. Merupakan pengalaman dan kebanggaan tersendiri bagi para sobat yang bisa menyaksikan keindahan alam karunia Allah SWT ini dari puncak Gunung manapun, spesialnya dari puncak Gunung Arjuno

Gunung Lawu 
Gunung Lawu mempunyai ketinggian 3.265 mdpl berada di perbatasan antara Propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, lebih tepatnya terdapat di antara 4 kabupaten, sebelah selatan dengan kabupaten Wonogiri, sebelah Utara ada Kabupaten Sragen, sebelah Barat ada Kabupaten Karanganyar, sedangkan sebelah timur terdapat Kabupaten Magetan yang jika diruntut antara Kabupaten Magetan dan Sragen pasti melewati Kabupaten Ngawi. Karena berada di perbatasan wilayah antara Jawa Timur dan Jawa Tengah gunung Lawu bisa di tempuh dari dua jalur yang berbeda, satu sisi lewat jalur Cemoro Sewu di sisi Jawa Timur, dan sisi lainnya lewat Cemoro Kandang yang masuk wilayah Jawa Tengah. Dari Surabaya bisa ditempuh dengan angkutan bus antar kota dalam Propinsi tujuan Surabaya-Madiun, Berhenti di terminal Madiun untuk melanjutkan kembali dengan bus kecil tujuan Madiun-Magetan turun di pasar Plaosan Magetan. Selanjutnya naik angkutan pedesaan L-300 menuju pos perijinan Cemoro Sewu jika lewat jalur Jawa Timur dan Pos Perijinan Cemoro Kandang jika melewati jalur Jawa Tengah.
Jalur Cemoro Sewu Jawa Timur
Perjalanan pendakian melewati jalur Cemoro Sewu di ketinggian 1.800 mdpl, yang masuk wilayah Jawa Timur relatif  lebih mudah, karena sepanjang jalur mulai dari pos perijinan sampai dengan puncak jalannya sudah tertata rapi. Melewati jalur ini di siang hari akan menguras tenaga karena jalurnya juga berupa tanjakan tajam, namun jalur ini akan mempersingkat pendakian ke puncak gunung Lawu. Pendakian melewati Cemorosewu akan melewati 5 Pos atau shelter yang dibangun untuk tempat beristirahat para pendaki. Pendakian melalui Cemoro Sewu juga melewati dua sumber mata air, yaitu Sendang Panguripan terletak antara Cemoro Sewu dan Pos I, dan Sendang Drajat diantara Pos 4 dan pos 5. Jalur pendakian dari Pos III menuju pos IV berupa tangga yang terbuat dari batu alam, tanjakan-tanjakan akan membuat energy kita terkuras, sehingga disarankan untuk berjalan secara stabil tidak terlalu cepat dan tidak juga lambat sekali. Ketika sudah berada di pos IV kita akan melihat dari kejahuan telaga Sarangan yang juga menyimpan keindahannya tersendiri. Track dari Pos IV ke Pos V jalur Cemorosewu lebih landai dan nyaman, bisa kita katakan bonus bagi perjalanan kita. J . Di dekat mata air Sendang Derajat yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar terdapat sebuah goa selebar 2 meter, goa ini biasanya juga dipergunakan oleh para pendaki untuk bermalam. Namun yang tidak berkenan bermalam di tempat ini bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Argo Dalem dengan melewati punggungan bukit sekitar 30 menit, dan kita akan bertemu dengan pertigaan,  jika kita ambil jalan ke kiri langsung menuju puncak Argo Dumilah dengan ketinggian 3.265 mdpl, namun bila ke kanan menuju ke Argo Dalem dengan ketinggian 3.148 mdpl. Dan jarak dari pertigaan ke arah puncak Argo Dumilah hanya 10-15 menit perjalanan. Argo Dalem merupakan hamparan padang terbuka, sehingga memungkinkan kita melihat ke arah puncak dan lembah-lembah dibawahnya. Di Puncak gunung Lawu terdapat tugu penanda, bila cuaca sedang cerah kita bisa menyaksikan pemandangan yang indah dan menawan pada saat matahari terbit, di sebelah barat kita bisa menyaksikan dari kejahuan puncak gunung Merapi dan Merbabu, di sebelah timur kita bisa memandang puncak gunung kelud, Wilis dan Gunung Butak, sungguh pemandangan yang indah dan menakjubkan.  Total waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung Lawu lewat jalur Cemorosewu adalah 6-7 jam, dan dibutuhkan 4-5 jam untuk waktu turun dari puncak kembali ke pos perijinan di Cemorosewu
Jalur Cemoro Kandang Jawa Tengah
Tempat perijinan di desa Cemorosewu dan perijinan di dukuh Cemoro kandang hanya berjarak sekitar 1 kilometer. Karena akses yang mudah dicapai gunung Lawu banyak dikunjungi pendaki pada hari minggu dan hari-hari libur terutama pada saat bulan Suro (Tahun Baru menurut penanggalan Jawa), baik melalui jalur Cemorosewu di Jawa Timur atau jalur Cemoro kandang di Jawa Tengah. Masing-masing jalur mempunyai karakteristik sendiri, jika jalur Cemorosewu dengan tatanan dan track yang menanjak sehingga menguras stamina untuk mencapai puncak Lawu, jalur Cemoro Kandang dengan panjang sekitar 12 km merupakan jalur yang sering digunakan untuk pendakian, lebih memiliki karakteristik landai dan tidak terlalu menanjak. Di sepanjang jalur ini kita akan melihat pemandangan yang indah, setelah proses perijinan selesai kita bisa mulai pendakian melalui hutan pinus dan akasia dengan kondisi jalan berbatu sampai dengan kurang lebih 1,5 jam untuk sampai di pos I Taman Sari Bawah. Kemudian perjalanan dilanjutkan selama kurang lebih 30 menitan melewati jalan tanah dengan hutan pinus dan cemara untuk sampai di pos II Taman sari Atas. Dari Pos II perjalanan kita juga masih melewati hutan dan menyusuri bukit selama 2,5 jam untuk sampai di pos III Penggik dengan ketinggian mencapai 2,760 mdpl. Perjalanan selanjutnya menuju pos IV Cokrosuryo, jalur yang dilalui masih menyisiri bukit dan hutan dengan waktu tempuh selama 1,5 jam. Bila kita tidak bermalam di pos IV kita bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju Argo Dalem dengan menempuh perjalanan selama 2 jam, sebelum mencapai Argo Dalem kita akan menemui sebuah pos yang rusak berada di pertigaan, kalau kita ke kanan ke Arah puncak Argo Dumilah, sedangkan bila kita mengambil jalur lurus menuju Argo Dalem. Perjalanan pendakian ke Gunung Lawu jika melalui jalur Cemoro Kandang membutuhkan waktu tempuh 8-9 jam untuk naik, dan 5-6 jam untuk turun dari gunung. Bila kita mendaki gunung Lawu di siang hari, baik melewati jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang biasanya akan menjumpai burung Jalak Gading, burung ini seperti memberikan petunjuk dan arahan dimana jalur pendakian yang benar, karena biasanya mereka tidak pernah terbang jauh dari kita, beberapa langkah menghinggap, berjalan, loncat-loncat di hadapan kita. Namun menurut kepercayaan warga sekitar, kalau burung ini seperti menyambar-nyambar di hadapan kita, lebih baik kita kembali turun dari gunung karena biasanya akan terjadi sesuatu dalam perjalanan kita, bisa diartikan burung Jalak Gading ini seperti memberikan peringatan kepada kita..Tetapi semuanya bergantung kepada kepercayaan kita masing-masing.

Demikian info beberapa gunung yang layak dicoba di daki bagi sobat-sobat yang baru memulai aktifitas mendaki, semoga bisa bermanfaat. Untuk para senior mohon koreksi jika ada kesalahan dan kekeliruan dalam berbagi info. Lestarikan alam dan keindahan alam kita tercinta, bukan demi kita, tapi demi anak cucu kita. Ribuan langkah yang akan kita tempuh, berawal dari satu langkah kita, “mendakilah sebelum terlambat” 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × one =